Jakarta, i-fakta — Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, meminta pemerintah daerah untuk tidak ragu melakukan inspeksi mendadak JAKARTA — Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, meminta pemerintah daerah untuk tidak ragu melakukan inspeksi mendadak atau sidak ke dapur-dapur pelaksana program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah masing-masing. Bahkan, ia menegaskan inspeksi bisa dilakukan pada jam-jam yang tidak terduga, termasuk dini hari sekalipun.
Pernyataan itu disampaikan Sudaryono saat peresmian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di kawasan daerah tertinggal, terluar, terluar (3T) dan daerah dengan angka stunting tinggi di 16 provinsi Indonesia Timur, Jumat (2/10/2026).
“Kami memohon kepada Bupati, Gubernur, dan seluruh Forkopimda, agar semua dapur di wilayahnya diinspeksi secara berkala. Kalau perlu, sidaknya jam 2 pagi, jam 3 pagi,” ujar Sudaryono.
Inspeksi tersebut bukan sekadar melihat kebersihan dapur, melainkan juga memastikan kedisiplinan pengelola, keluhan dari sekolah maupun masyarakat, serta seluruh aspek penyelenggaraan program berjalan sesuai standar.
BGN juga telah menyiapkan daftar periksa atau checklist yang dapat digunakan pemerintah daerah saat melakukan pemeriksaan. Hasil pengecekan tersebut diharapkan disampaikan kembali ke BGN sebagai bahan evaluasi dan perbaikan berkelanjutan.
“Jangan tanya boleh atau tidak boleh disidak. Justru kami minta untuk disidak. Cek kebersihannya, kedisiplinannya, keluhannya, dan semuanya. Ini demi menjamin kualitas makanan yang diterima anak-anak terjaga baik,” tegasnya.atau sidak ke dapur-dapur pelaksana program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah masing-masing. Bahkan, ia menegaskan inspeksi bisa dilakukan pada jam-jam yang tidak terduga, termasuk dini hari sekalipun.
Pernyataan itu disampaikan Sudaryono saat peresmian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di kawasan daerah tertinggal, terluar, terluar (3T) dan daerah dengan angka stunting tinggi di 16 provinsi Indonesia Timur, Jumat (2/10/2026).
“Kami memohon kepada Bupati, Gubernur, dan seluruh Forkopimda, agar semua dapur di wilayahnya diinspeksi secara berkala. Kalau perlu, sidaknya jam 2 pagi, jam 3 pagi,” ujar Sudaryono.
Inspeksi tersebut bukan sekadar melihat kebersihan dapur, melainkan juga memastikan kedisiplinan pengelola, keluhan dari sekolah maupun masyarakat, serta seluruh aspek penyelenggaraan program berjalan sesuai standar.
BGN juga telah menyiapkan daftar periksa atau checklist yang dapat digunakan pemerintah daerah saat melakukan pemeriksaan. Hasil pengecekan tersebut diharapkan disampaikan kembali ke BGN sebagai bahan evaluasi dan perbaikan berkelanjutan.
“Jangan tanya boleh atau tidak boleh disidak. Justru kami minta untuk disidak. Cek kebersihannya, kedisiplinannya, keluhannya, dan semuanya. Ini demi menjamin kualitas makanan yang diterima anak-anak terjaga baik,” tegasnya.(dt/yb)
“Kalau Perlu Jam 3 Pagi Sekalipun” Kepala BGN Minta Pemda Aktif Awasi Dapur MBG
