Probolinggo, i-fakta — Kabar duka kembali datang dari penanganan kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Jumlah korban jiwa kini bertambah menjadi lima orang.
Korban kelima adalah Munawi, warga Desa Ngadirejo, Kecamatan Sukapura, sekaligus anggota Masyarakat Mitra Polhut (MMP), yang mengembuskan napas terakhir saat menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Soetomo Surabaya pada Senin (19/10/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.
Sebelumnya, Munawi dikabarkan sempat menunjukkan perkembangan positif pasca menjalani tindakan cangkok kulit pada Jumat (16/10/2026), dan keluarga bahkan telah direncanakan dapat menjenguknya. Namun kondisi almarhum tiba-tiba memburuk hingga akhirnya tidak tertolong.
Direktur RSUD Tongas Kabupaten Probolinggo, dr. Catur Prangga Wadana, menjelaskan bahwa Munawi mengalami luka bakar yang sangat luas disertai gangguan pada saluran pernapasan akibat asap panas saat terjebak api. Meski telah mendapatkan penanganan maksimal, tubuh almarhum tidak mampu berjuang lebih lama.
“Mendapat kabar korban Karhutla Bromo, Munawi sempat stabil, dan rencananya boleh dijenguk oleh keluarganya, malah mendengar kabar pukul 15.00 WIB, meninggal dunia,” ujar dr. Catur, kepada wartawan.
Dengan meninggalnya Munawi, jumlah korban tewas dalam tragedi ini kini menjadi lima orang. Empat korban sebelumnya yang lebih dulu gugur adalah Sukaris, Hendra Rony Wagiyanata, Wisnu Yuda Pratama, dan Sefriel Ardiansyah. Sementara satu korban lainnya, Suraji, masih menjalani perawatan intensif di RSUD Dr. Soetomo Surabaya dan kondisinya terus dipantau ketat oleh tim medis.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarif, membenarkan penambahan jumlah korban tersebut.
“Kami menerima laporan terbaru bahwa satu korban yang sebelumnya dirawat intensif akhirnya berpulang. Sehingga total saat ini ada lima orang yang gugur dalam peristiwa ini. Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya,” ungkap Oemar.
Kelima korban yang gugur terdiri dari petugas TNBTS serta warga dan relawan yang ikut membantu proses pemadaman. Dua korban lainnya yang mengalami luka bakar masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit dan kondisinya terus dipantau oleh tim medis. ™
